subhanallah
(via ronaldirwanto)
I love this! #education
cc @oryza25
Good! Menginsprirasi..
Pernahkah kamu sadar,
ketika kamu merasa semua baik-baik saja
ketika kamu merasa dunia berjalan sesuai dengan maumu
ketika kamu merasa hidupmu sempurna
Lalu bertahun-tahun kemudian kamu tahu,
bahwa di waktu kamu merasa ‘semuanya sempurna’,
orangtuamu berjuang mati-matian;
mencicil…
Subhanallah,
beautiful
Helloooo ..
Long time no make a post in my account, yaaps mungkin karena berbagai kesibukan yang tidak penting, buktinya yg punya account ini no progress di bachelor thesisnya, akhirnya hanya membuat beberapa cover di youtube atau membuat beberapa scratch di hvs yang tentunya hasil lukisannya sangat tidak enak dilihat :)
Udah lah basa basinya, ok, by the way sekarang yang punya accoutn pengen share tentang satu topik, yaaps, idealistic vs Realistic, gak tau apakah bener nulisnya itu atau bukan, but i think you know what i mean :)
Samakan dulu persepsi, bahwa hampir semua orang pasti punya keinginan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Misalkan gw nih yaaa, sebagai mahasiswa ekonomi gw pengen jadi ahli “ekonomi informasi” dengan basis spesialisasi di industrial and financial economics (re : bahasanya), someday gw pengen belajar terus di bidang ekonomi informasi sektor telekomunikasi, jadi researcher & Business analyst di area itu, punya yayasan atau rumah belajar sosial yang bergerak di bidang kesenian kayak Saung Angklung Udjo yang kayaknya betah deh tiap hari liat kecerian anak2 kecil yang semangat belajarnya bisa ngalahin semangat belajar mahasiswa (re : #eeeh), dan yang terpenting someday gw harus bisa jadi imam yang baik buat keluarga gw, dan selalu available buat mereka. oke, but they are just my idealism dan gw yakin kalian juga pasti punya keinginan yang oengen dicapai tanpa melihat hambatan2nya.
Nah peluang itu udah hampir ada di depan mata nih, soalnya tinggal 2 hari ini akhirnya gw ketemu sama final presentation bachelor thesis gw. setelahnya, kadang gw mikir apakah semua rencana idealis gw itu akan tercapai? hahaha jadi inget sama pepatah yang sedikit jijai sih, “yakinlah harapan itu akan selalu ada”. hahahaha. emang begitu sih, tapi gw yakin insyaallah gw bisa buat sampe ke titik itu, kalopun nggak masti ada pilihan2 yang realitis, artinya ada kesempatan yang sudah ada di depan mata dan tinggal kita jalankan. tapi dengan catatan, sisi realistis itu dateng dari pemikiran kita, bukan dari orang lain termasuk juga orang tua, karena perubahan yang disebabkan oleh orang lain itu kadang tidak dijalankan dengan hati dan sifatnya itu hanya temporer. hehehe. intinya buatlah rencana mu dari sekarang.
ok, sekarang tinggal kita yang menentukan apakah kita akan meraih idealisme kita ataukah realistis kita? yang pasti jangan anggap bahwa “idealis vs realistis” karena kita bisa berusaha untuk membuat idealis itu menjadi realistis. keep spirit :)
Someday, hanya sebuah kata itu dan itu saja yang aku bisa katakan di masa lalu ketika aku seolah dipaksa untuk melempar barang-barang yang ada di kamarku yang dengan bodohnya aku bereskan kembali.
Someday, hanya sebuah kata yang terucap saat aku hanya bisa menyimpan berbagai “impian bodohku menurut mereka” yang dengan lugunya aku menjalani kehidupan dengan dua sisi yang berbeda.
Someday, hanya sebuah kata yang terpikir saat aku berbuat bodoh untuk lantang memutuskan sekolah ditempat yang tidak diharapkan oleh mereka yang bodohnya aku hanya bisa memberikan prestasi yang sudah mentok tak bisa aku naikan lagi tapi tak pernah aku turunkan.
kini someday itu sudah hampir tiba ..
Benar kata beliau bahwa suatu saat aku akan mengerti, aku akan merasa beda, aku akan merasa tidak betah, aku akan merasa kesal atau aku merasa tak ingin pernah kembali, tapi bukan alasan bagi aku untuk tidak menjaga.
Pintu keluar itu sudah mulai terlihat dan pintu masuk yang lainpun sudah mulai terbuka dengan ikhlas, dengan apa adanya dan dengan kebesaran hati.
Aku masih berusaha untuk menjaga sebelum tanggung jawab itupun datang, karena keyakinankupun mengajarkan aku begitu. semoga engkau selalu menuntun hamba di jalan yang engkau ridhoi.
Amiiin